Dusun Ganjuran terletak di Desa Caturharjo Kecamatan Sleman Kabupaten Sleman. Dengan jumlah penduduk sejak tahun 2009 adalah 727 jiwa, terus meningkat setiap tahun, jumlah rumah 152 dengan rata-rata rumah dihuni 5 orang. Mata pencaharian penduduk kebanyakan adalah pedagang kaki lima, penjual bakso, soto keliling serta menjual produk makanan olahan rumah tangga lainnya.
Dulu dusun ini dikenal sebagai dusun yang kotor, banyak limbah rumah tangga dibuang di halaman. Penduduk banyak yang tidak mempunyai SPAL, kualitas air tidak memenuhi syarat, sampah rumah tangga belum terkelola, banyak yang dibuang ke sungai.

image61image60
Perilaku masyarakat akan pola Hidup bersih dan sehat (PHBS) yang masih rendah serta lingkungan kotor memicu kejadian DBD yang selalu ada di dusun Ganjuran dan tidak pernah turun angkanya. Hal ini memb   uat petugas kesehatan di Puskesmas Sleman lelah karena selalu mengulang lagi aktifitas PE (Pengamatan Epidemiologi), mengingatkan PSN , dll dimana kegiatan inipun tidak merubah keadaan
Adalah suatu perubahan yang terjadi, yang merubah keadaan Dusun Ganjuran dulu dan sekarang. Tahun 2009 ketika putugas sedang melakukan kegiatan pantau jentik (dalam kegiatan PE) untuk menghitung angka bebas jentik. Ada sekelompok anak di Dusun Ganjuran yang mengikuti kegiatan Petugas tersebut dari rumah ke rumah, melihat yang dilakukan serta ikut-ikutan meniru kegaitan dari petugas tersebut serta banyak bertanya.
Hal ini menarik perhatian Petugas sehingga pada bulan berikutnya anak-anak dikumpulkan di gardu yang ada di dusun tersebut dan kesepakatan untuk berkumpul lagi di rumah kepala dusun bersama tokoh masyarakat pada waktu yang ditentukan. Pada pertemuan pertama di rumah Kadus, membahas kegiatan yang akan dilakukan untuk anak-anak, memberi nama kelompok TABO serta memberi sarana dan prasarana. Kadus dan tokoh masyarakat mendukung. Mulailah anak-anak diberikan sosialisasi tentang pantau jentik, pengetahuan tentang nyamuk, maksud dan tujuan. Anak anak bisa memahami dan semangat untuk melakukan pantau jentik. Kemudian Sosialisasi dilakukan pada keluarga melalui pertemuan RT, dan menghasilkan dukungan dari mereka dengan satu tujuan Dusun Ganjuran bebas DBD.
Maka dimulailah kegiatan TABO yaitu pantau jentik setiap minggu pagi, TABO didampingi petugas Puskesmas serta kader dewasa. Menginjak bulan ke 2 kegiatan pantau jentik TABO, timbul ide utuk memberlakukan reward dan punishment pada warga yang bebas jentik maupun yang memelihara jentik. Maka diadakan lagi pertemuan antara warga, tokoh masyarakat yang menghasilkan kesepakatan reward dan punishment. Reward diberikan kepada rumah warga yang selama 3 bulan berturut-turut tidak ditemukan jentik. Sedangkan punishment diberikan pada rumah warga yang didapati jentik dengan cara memasang bendera di depan rumah bertuliskan ADA JENTIK serta denda seribu rupiah. Bendera yang dipasang depan rumah dapat diganti menjadi lebih besar apabila rumah tersebut pada pantauan berikutnya masih kedapatan ada jentik.

Satu tahun berjalannya kegiatan ini, respon warga sangat baik dan mendukung. Seiring dengan itu mulailah dilatih kader dewasa oleh Puskesmas sebagai Pendamping TABO tersebut. Pencatatan pelaporan mulai dilakukan. Anak-anak TABO mulai dilatih untuk pencatatan, pelaporan, sekaligus pengelolaan uang yang didapat dari denda. Puskesmas Sleman melakukan pendekatan dengan pemerintah Desa, menyampaikan keberhasilan TABO, dan antusias Pemerintah Desa mendukung kegiatan TABO tersebut. Lahirlah Surat Keputusan (SK) Kepala Desa untuk TABO Ganjuran karena potensi masyarakat dan keberhasilan TABO sebagai kearifan masyarakat Ganjuran maka TABO ganjuran semakin eksis dan mendukung keberhasilan penaggulangan DBD di dusun tersebut. Dukungan Pemerintah Desa berlangsung terus baik berupa kebijakan maupun dukungan dana.

image63image62
Saat ini Dusun Ganjuran telah menjadi dusun yang bebas dari jentik nyamuk aedes aygepti, dengan angka bebas jentik 98 %. Dan sejak tahun 2009 Dusun ganjuran merupakan dusun bebas DBD. Kegiatan TABO di Dusun Ganjuran dari tahun ke tahun tidak terbatas hanya pantau jentik, tetapi sudah berkembang ke arah PHBS lainnya seperti pengolahan sampah, cuci tangan. Kini berkat adanya TABO masyarakat menjadi semakin peduli lingkungan. Dusun Ganjuran sekarang adalah Dusun yang bersih, bebas jentik, sampah terkelola, masyarakat menerapkan cuci tangan pake sabun serta tidak BAB (buang air besar) sembarangan.