Hallo sahabat Puslembaja!
Pada tanggal 28 dan 29 Maret 2022, Puskesmas Sleman telah melaksanakan BIMTEK KADER DUSUN SADAR STUNTING di BBPPM Yogyakarta.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak dibawah usia dua tahun karena kekurangan gizi dalam waktu yang lama (kronis), ditandai dengan tinggi badan anak pendek atau lebih rendah dari standar usianya. Stunting dapat mempengaruhi berbagai faktor, seperti kesehatan, intelektual dan kualitas hidup. Sehingga stunting harus dicegah!

80% otak terbentuk sejak masa kehamilan. Pentingnya penuhi gizi nutrisi di 1000 hari pertama kehidupan. Untuk memutus mata rantai, semua tahapan kehidupan harus diintervensi (meliputi remaja putri, ibu hamil, bayi, anak). Malnourished mother – underweight baby – stunted child – malnourished young girl – malnourished mother.

Dalam pencegahan stunting harus memperhatikan beberapa hal, yaitu perbaikan terhadap pola makan (gizi seimbang), pola asuh (ASI, MPASI, Imunisasi, Pemantauan Tumbuh Kembang) serta perbaikan sanitasi (air dan sanitasi, keamanan pangan, pencemaran lingkungan). Faktor genetika hanya berperan 10% pada stunting.

Bimtek kader dusun sadar stunting bertujuan agar kader posyandu mampu untuk mengidentifikasi gejala pertumbuhan di KMS, mendeteksi gejala awal berat badan kurang dan stunting serta mendeteksi status gizi balita.

Peran kader kesehatan sangat penting dalam upaya pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal.